Japanese Beauty, Dulu dan Sekarang

Sekarang ini, ada banyak tren kecantikan asal Jepang yang telah mendunia, mulai dari produk hingga konsep. Ternyata, kecantikan sudah menjadi aspek penting dalam kehidupan para perempuan Jepang sejak berabad lalu. Meski tren japanese beauty datang dan berganti, ada banyak hal yang bisa kita adopsi dari sejarah dan tips kecantikan dari Jepang untuk dicoba sekarang. Yuk, simak tips dan sejarah makeup and beauty dari Jepang ini!

Produk kecantikan berbahan alami

Pada awalnya, segala jenis makeup seperti bedak diimpor ke Jepang dari Tiongkok dan Korea pada abad ke-6. Sekitar waktu tersebut juga, akhirnya seorang imam Buddha di Jepang berhasil menciptakan bedaknya sendiri. Berbeda dengan produk kecantikan hasil negara tetangga, bedak ini dibuat dari bahan-bahan yang 100% alami, yaitu beras dan tanah liat. Sejak awal, produk kecantikan asal Jepang memang menekankan aspek natural. Hingga sekarang, kita bisa menemukan cukup banyak produk kecantikan Jepang yang memiliki bahan utama alami seperti beras, green tea, dan lainnya.

Penampilan feminin

Sekitar abad ke-8, perempuan Jepang mulai menciptakan trennya sendiri, tidak lagi mengikuti tren kecantikan dari Tiongkok. Saat itu, perempuan dianggap cantik jika memiliki rambut panjang yang lurus, wajah putih bersih, dan alis yang tebal dan terbentuk rapi. Sampai sekarang, ketiga hal itu masih kerap menjadi standar kecantikan dan femininitas baik di Jepang maupun bagi kita orang Indonesia.

Merah, putih, dan hitam

Meski demikian, saat itu makeup masih sangat terbatas untuk kalangan elit saja. Perempuan di kalangan rakyat baru dapat menikmati produk-produk kecantikan secara luas pada sekitar abad ke-14. Bahkan penggunaan makeup dianggap sebagai hal yang sopan dan wajib bagi perempuan, terutama penggunaan bedak. Para penguasa mengeluarkan etika dan peraturan dalam menggunakan makeup, yang ditulis secara detail untuk diikuti para perempuan. Saat itu, produk-produk kecantikan berfokus pada tiga warna, yaitu merah untuk bibir dan kuku, putih untuk wajah, dan hitam untuk alis. Hingga sekarang, ketiga warna tersebut masih menjadi warna-warna klasik makeup di berbagai kultur di dunia.

Flawless Complexion

Salah satu tren japanese beauty tradisional yang sering terlihat muncul di lukisan atau performance tradisional adalah wajah yang putih pekat. Memang, sekitar abad ke-11 muncul tren wajah putih yang dicapai dengan mengaplikasikan bedak secara tebal di kalangan perempuan Jepang. Dengan demikian, wajah terlihat flawless tanpa ada imperfection yang terlihat. Beberapa abad kemudian, praktik tersebut mulai ditinggalkan dan wanita Jepang mulai menghargai warna kulit natural, namun tetap mengusahakan agar kulitnya terlihat putih. Karena itu, bedak berwarna dasar putih masih tetap dipertahankan, meski tidak lagi digunakan secara berlebihan.

Hingga sekarang, warna kulit putih masih kerap dianggap ideal oleh banyak orang Asia, termasuk orang Indonesia. Banyak produk kecantikan yang berlomba-lomba menawarkan teknologi memutihkan kulit. Meski demikian, layaknya para perempuan Jepang modern, ada baiknya kita tidak berlebihan dalam mengusahakan kulit yang flawless. Bagaimanapun juga, kulit wajah yang merona alami akan terlihat lebih segar ketimbang putih bedak yang berlebihan dan kontras dengan warna kulit yang lain.

Tips Japanese Beauty Untuk Diterapkan Sekarang

Saat ini, Jepang adalah salah satu produsen produk kecantikan terbesar di dunia, dengan berbagai inovasi dan brand terkemuka seperti Shiseido dan Shu Uemura. Diperkirakan, nilai pasar japanese beauty terletak pada angka sekitar 13 miliar dolar setiap tahunnya. Selain mencoba produk dan tren kecantikan asal Jepang, kamu bisa juga mencoba beberapa tips dan trik kecantikan ala Jepang berikut ini:

Utamakan produk dengan bahan natural

japanese beauty products

Banyak perempuan Jepang memiliki prinsip, ‘jika kamu tidak bisa memakannya, jangan gunakan ke kulitmu’. Alasannya, apapun bahan produk kecantikan yang kamu gunakan akan berpengaruh kepada tubuhmu. Tidak hanya sebatas kulit, namun bisa juga masuk melalui pori-pori ke bagian tubuh yang lebih dalam. Karena itu, usahakan hindari produk kecantikan berbahan kimia berlebihan, dan selalu utamakan bahan alami. Bahkan, jika memungkinkan, gunakan bahan-bahan di dapur seperti air beras, garam, dan buah-buahan untuk membuat masker wajah atau sabun mukamu sendiri.

Batasi paparan sinar matahari

Sinar matahari memang penting untuk kesehatan kulit dan tulang, namun dapatkanlah secukupnya. Paparan yang berlebihan malah akan menambah risiko berbagai kerusakan kulit, termasuk penuaan dini. Banyak perempuan Jepang yang memilih untuk membatasi paparan matahari ketimbang menggunakan sunscreen secara berlebihan. Kamu bisa mengakalinya dengan menggunakan topi atau payung.

Lakukan face massage

rahasia japanese beauty

Tidak hanya tubuh, perempuan Jepang juga kerap memijat wajah mereka secara lembut, di spa maupun di rumah. Memijat wajah dapat membantu melancarkan peredaran darah, sehingga membantu wajah terlihat awet muda dan tetap segar. Pijat wajah dengan menggunakan bantuan minyak alami dengan tangan yang bersih. Berbagai brand kecantikan Jepang juga menyediakan produk khusus untuk kepentingan ini.

Sumber Gambar

Comments

comments

Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to our email newsletter today to receive updates on the latest news, tips and special offers!
No Thanks
Thanks for signing up. You must confirm your email address before we can send you. Please check your email and follow the instructions.
We respect your privacy. Your information is safe and will never be shared.
Don't miss out. Subscribe today.
×
×
WordPress Popup
Welcome to Banananina Magazine!
Subscribe to our email newsletter now and keep updated with the latest trends and news!
Thanks for signing up. You must confirm your email address before we can send you. Please check your email and follow the instructions.
We respect your privacy. Your information is safe and will never be shared.
Don't miss out. Subscribe today.
×
×
WordPress Popup