Wisata Kuliner di Kota Persemayaman RA Kartini

Jika kemarin Banananina membahas mengenai wisata kuliner di tanah kelahiran R.A Kartini, kali ini Banananina akan mengajak para pembaca untuk berkunjung ke Rembang, kota tempat tinggal R.A Kartini setelah menikah.

Bagi yang belum tahu, Rembang merupakan salah satu kabupaten yang berlokasi di wilayah uatara Jawa Tengah. Tidak berbeda dengan Jepara, Rembang juga memiliki banyak pantai cantik yang bisa dikunjungi. Setelah wisata sejarah di museum dan makam Kartini, kamu bisa mencicipi kuliner setempat dengan rasa yang khas.

Mangut

Mangut merupakan kuliner khas Rembang berbahan dasar ikan. Jenis ikan yang digunakan bisa seperti ikan air tawar maupun ikan laut. Dinamakan mangut karena dipercayai, siapapun yang mengkonsumsi mangut pasti akan manggut-manggut yang berarti terasa sangat nikmat. Bumbu-bumbu yang digunakan dalam mangut terdiri dari rempah-rempah sehingga rasanya pun begitu melimpah dengan kuah kental ditambah bumbu sudah menyerap ke dalam ikan. Cita rasa mangut pun semakin sempurna apabila tambahan dengan potongan kemangi. Hmm, sedap!

Lontong Tuyuhan

Buat yang belum pernah mencoba Lontong Tuyuhan, coba deh sesekali cicipi kuliner ini apabila sedang berkunjung ke Rembang. Lontong Tuyuhan, yang diambil dari nama desa di rembang ini, memiliki bentuk yang cukup unik karena dibungkus dengan bentuk segitiga. Lontong ini disajikan bersama kuah yang tidak terlalu encer, namun tidak juga terlalu kental. Sepintas, makanan ini terlihat seperti lontong opor namun rasa kuahnya lebih kompleks. Bumbunya yang pas begitu terasa menggugah selera. Banyak tempat yang menjual lontong Tuyuhn, tapi yang paling spesial adalah desa Tuyuhan, dimana kamu makan di tengah pedesaan yang masih dikelilingi sawah atau kebun dan merasakan tiupan angin sepoi-sepoi.

Soto Rembang

Tidak hanya Betawi yang punya soto dengan nama Soto Betawi. Tapi Rembang juga punya soto yang diberi nama Soto Rembang. Jika dilihat, bentuk dari Soto Rembang ini memiliki bentuk yang mirip dengan Soto Betawi yang menggunakan santan. Rasanya pun gurih ditambah dengan bumbu khusus untuk membuat cita rasa menjadi lebih lezat. Daging yang bisa digunakan adalah daging sapi ataupun ayam lalu ditaburi kecambah dan bawang goreng sehingga rasanya semakin nikmat.

Sate Srepeh

wisata-kuliner-rembang

Sate srepeh terbuat dari daging ayam, yang membedakan sate ini dengan sate lainnya terletak pada bumbunya. Pada umumnya, sate ayam menggunakan bumbu kacang, sedangkan sate srepeh menggunakan bumbu santan dipadukan dengan gula merah, cabe merah, bawang putih, kulit jeruk purut dan lengkuas. Sate srepeh dinikmati bersama nasi tahu dengan alas daun jati, sehingga nuansa tradisionalnya sangat terasa. Oleh masyarakat setempat, menu ini dapat dijadikan menu sarapan atau menu makan siang.

Comments

comments

Mega Anjasmoro

Editor In Chief | "To see the world, things dangerous to come to, to see behind walls. draw closer, to find each other and to feel. That is the purpose of life." - The Secret Life of Walter Mitty |

No Comments Yet

Comments are closed

Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to our email newsletter today to receive updates on the latest news, tips and special offers!
No Thanks
Thanks for signing up. You must confirm your email address before we can send you. Please check your email and follow the instructions.
We respect your privacy. Your information is safe and will never be shared.
Don't miss out. Subscribe today.
×
×
WordPress Popup
Welcome to Banananina Magazine!
Subscribe to our email newsletter now and keep updated with the latest trends and news!
Thanks for signing up. You must confirm your email address before we can send you. Please check your email and follow the instructions.
We respect your privacy. Your information is safe and will never be shared.
Don't miss out. Subscribe today.
×
×
WordPress Popup