Menyikapi Masalah Perbedaan Penghasilan dengan Suami

Saat ini, banyak pasangan memutuskan untuk sama-sama berkarier demi memenuhi kebutuhan hidup yang terus meningkat. Dari sisi keuangan, dengan adanya penghasilan dari dua belah pihak tentu saja akan sangat membantu dalam urusan pengeluaran rutin, namun di sisi lain akan muncul masalah baru yang dapat menimbulkan pertengkaran tak terelakkan.

Permasalahan yang akan muncul antara lain adalahnya kurangnya waktu bertemu, kurangnya komunikasi dan munculnya kompetisi secara tidak disadari. Kompetisi tersebut biasanya berupa gaji dan jabatan. Apalagi ketika istri memiliki penghasilan yang jauh lebih besar, kedudukan yang lebih tinggi, karier yang melesat dan jaringan kerja yang lebih luas dibandingkan suami.

Mengapa? Karena secara tidak langsung psikologis suami akan merasa kalah dan lemah karena pencapaiannya di bawah istri. Rasa inilah yang kemudian akan membuat masalah kecil menjadi pertengkaran yang tidak ada habisnya.

Nah kali ini Bananina akan membagikan beberapa cara untuk menghadapi masalah tersebut sehingga keluarga kecil kamu bisa lebih tentram dan jauh dari pertengkaran. Yuk simak ulasannya di bawah ini!

Tugas utama tetap lebih penting

Sebagai pekerja, tentu saja kamu berhak mendapatkan penghargaan berupa karier, jabatan dan penghasilan yang sesuai dengan hasil kerja kamu. Namun, jangan pernah lupa dengan tugas kamu sebagai istri dan ibu rumah tangga. Meski penghasilan dan jabatan kamu di atas suami, kamu harus tetap hormat dan memperlakukan suami dengan sebaik-baiknya.

Walaupun penghasilan dan karier kamu jauh di atas suami, bukan berarti peran dan tanggung jawab sebagai seorang istri bisa dilupakan. Jadi tetaplah menjaga posisi kamu. Seimbangkan karier dan keluarga. Jalankan peran kamu sebagai istri dan ibu, misalnya tetap memasak menu favorit keluarga dan membantu anak mengerjakan PR di sela-sela kesibukan kamu, sementara pekerjaan lain seperti beres-beres rumah dan mencuci bisa kamu serahkan kepada asisten rumah tangga. Dengan begitu kehadiran kamu akan selalu dirindukan baik oleh pasangan maupun anak kamu, Ladies.

Hindari pembahasan mengenai penghasilan baik hanya di antara kalian berdua, di hadapan anak dan di depan orang lain

Pasangan suami istri tentu saja sudah saling tahu dan tidak menyembunyikan rahasia. Jadi sebanyak apa penghasilan dan setinggi apa kedudukan masing-masing tentu saja sudah sama-sama tahu. Sehingga jika memang penghasilan kamu lebih besar daripada pasangan, ada baiknya tidak mengungkit-ungkit atau membicarakan hal ini secara terus menerus.

Tidak hanya saat berdua saja, namun di depan anak dan orang lain seperti keluarga besar, sahabat dan teman. Karena membahas mengenai penghasilan dan karier ini bisa mencetuskan pertengkaran yang seharusnya bisa dihindari. Jangan pernah jadikan faktor penghasilan sebagai sumber permasalahan dan pertengkaran.

Alokasikan pendapatan masing-masing untuk hal yang berbeda

Dari awal, pastikan kamu sudah mendiskusikan masalah keuangan rumah tangga secara detail dengan suami. Salah satu cara untuk mengatasi kesenjangan antara gaji istri dan suami adalah dengan mengalokasikan gaji masing-masing untuk hal yang berbeda. Misalnya gaji istri bisa ditabung untuk biaya masuk sekolah anak, membeli baju keluarga ataupun berlibur. Sementara gaji suami untuk keperluan sehari-hari misalnya urusan rumah, makan dan transportasi.

Dengan adanya pembagian ini, secara psikologis suami akan tetap merasa menafkahi istri dan memenuhi semua kebutuhan rumah tangga. It will save his pride!

Hindari rasa tinggi hati

Tak sedikit wanita yang memiliki posisi atau jabatan dan pendapatan tinggi akan menjadi lebih percaya diri dan berakhir dengan tingkat kesombongan yang tinggi pula. Termasuk rasa sombong dan merendahkan suaminya karena merasa sudah bisa mencapai lebih dari suami.

Dari sikap meremehkan pasangan ini, tak jarang ada yang sampai memperlakukan suaminya dengan tidak hormat di hadapan kerabat atau sahabat. Ladies, jangan sampai kamu menjadi wanita yang menyepelekan pasangan kamu. Karena kesombongan kamu akan menjatuhkan dan merugikanmu ke depannya.

Sumber Gambar

Comments

comments

Retno Prasetyani

Banananina Contributor

Part time writer. Full time dreamer.

Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to our email newsletter today to receive updates on the latest news, tips and special offers!
No Thanks
Thanks for signing up. You must confirm your email address before we can send you. Please check your email and follow the instructions.
We respect your privacy. Your information is safe and will never be shared.
Don't miss out. Subscribe today.
×
×
WordPress Popup
Welcome to Banananina Magazine!
Subscribe to our email newsletter now and keep updated with the latest trends and news!
Thanks for signing up. You must confirm your email address before we can send you. Please check your email and follow the instructions.
We respect your privacy. Your information is safe and will never be shared.
Don't miss out. Subscribe today.
×
×
WordPress Popup